Laman

Monday, June 27, 2016

Abu Doto, Misi dan Fakta Realisasi RPJMA 2012-2017

Abu Doto, Misi dan Fakta Realisasi RPJMA 2012-2017

Misi:
Memperbaiki tata kelola Pemerintahan Aceh yang amanah melalui implementasi dan penyelesaian peraturan pelaksana Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006, tentang Pemerintahan Aceh (UUPA) untuk menjaga perdamaian yang abadi.
Prioritas Satu: Reformasi Birokrasi dan Tata Kelola
Fakta:
-          Indikator makro ekonomi belum memenuhi target.
-          Tata kelola pemerintahan belum dilaksanakan secara baik.
-          Turunan UUPA yang belum seluruhnya tersedia.
-          Laporan Kinerja Pemerintah (LAKIP) Aceh masih C.
-          Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk semua kegiatan yang berhubungan dengan pelayanan publik belum tersedia di seluruh SKPA.
-          Sosialisasi SOP kepada aparatur dan masyarakat belum optimal.
-          Kualitas pelayanan kepada masyarakat belum optimal.
-          Investasi untuk skala menengah dan besar belum berkembang.
-          Indikator-indikator untuk mengukur tingkat keberhasilan pencapaian sasaran-sasaran Reformasi Birokrasi dan Tata Kelola belum tersedia di dalam Tabel 9.1 RPJM Aceh.
Prioritas Dua: Keberlanjutan Perdamaian
Fakta:
-          Penyediaan tanah pertanian bagi mantan kombatan, tapol/napol dan masyarakat terimbas konflik serta bantuan dana diyat belum terealisasi secara baik.
-          Beberapa indikator untuk mengukur tingkat keberhasilan pencapaian sasaran-sasaran Keberlanjutan Perdamaian belum tersedia di dalam Tabel 9.1 RPJM Aceh.
Misi:
Menerapkan nilai-nilai budaya Aceh dan nilai-nilai dinul Islam di semua sektor kehidupan masyarakat.
Prioritas Tiga: Dinul Islam, Adat dan Budaya
Fakta:
-          Belum tersedianya indikator kinerja yang berkaitan dengan dinul Islam.
-          Kontribusi sektor pariwisata terhadap PDRB belum tersedia.
-          Penyelenggaraan festival budaya dan pelestarian benda, situs dan kawasan cagar budaya belum optimal.
 Misi:
Memperkuat struktur ekonomi dan kualitas sumber daya manusia
Prioritas Empat: Ketahanan Pangan dan Nilai Tambah Pertanian
Fakta:
-          Belum tersedianya data pencapaian indikator kinerja yang berkaitan dengan aspek pelayanan umum untuk fokus pelayanan urusan wajib seperti pencapaian.
-          Regulasi ketahanan pangan, ketersediaan pangan utama, pola konsumsi pangan harapan, daerah rawan pangan, kelembagaan pangan masyarakat dan jumlah tenaga penyuluh belum dapat dianalisis tingkat pencapaiannya.
-          Kontribusi sub sektor peternakan terhadap PDRB pertanian belum memenuhi target.
-          Nilai tukar petani masih lebih kecil dari 100 persen.
-          Penempatan indikator kinerja daerah yang mendukung pencapaian sasaran-sasaran mewujudkan struktur ekonomi yang handal belum tepat.
Prioritas Lima: Penanggulangan Kemiskinan
Fakta:
-          Tingginya persentase penduduk di bawah garis kemiskinan.
-          Tingginya persentase tingkat pengangguran terbuka.
-          Tingginya persentase koperasi tidak aktif.
-          Alokasi dana ADG/BKPG rutin setiap tahun untuk 6.474 gampong belum memiliki korelasi positif terhadap penurunan angka kemiskinan dan pengangguran.
-          Belum tersedianya beberapa data pencapaian indikator kinerja daerah dan penempatan indikator kinerja daerah (Tabel 9.1 RPJMA) yang mendukung pencapaian sasaran-sasaran mewujudkan struktur ekonomi yang handal yang didukung oleh Prioritas 5 belum tepat.
 Prioritas Enam: Pendidikan
Fakta:
-          Kualitas pendidikan Aceh masih rendah untuk semua jenjang pendidikan dasar, pendidikan menengah, pendidikan dayah, pendidikan kejuruan dan pendidikan tinggi dalam memenuhi kebutuhan ketenagakerjaan.
-          Rendahnya kualitas guru untuk semua jenjang pendikan dan distribusi guru yang belum merata.
-          Fasilitas laboratorium untuk SMP/MTs dan SMA/MA/SMK belum memenuhi standar pelayanan minimum terutama sekolah-sekolah yang jauh lokasinya dari pusat pemerintahan kabupaten/kota.
Prioritas Tujuh: Kesehatan
Fakta:
-          Rendahnya rasio dokter umum, dokter spesialis dan dokter gigi per satuan penduduk (jumlah dokter/100.000 penduduk).
-          Rendahnya persentase distribusi dokter umum, dokter spesialis dan dokter gigi untuk kecamatan-kecamatan/desa-desa.
-          Beberapa indikator pencapaian indikator kesehatan tidak tersedia untuk tahun 2013 dan 2014 sehingga tidak dapat dianalisis tingkat pencapaiannya. 
Misi:
Melaksanakan pembangunan Aceh yang proporsional, terintegrasi dan berkelanjutan.
Prioritas Delapan: Infrastruktur yang Terintegrasi
Fakta:
-          Tingkat pencapaian beberapa indikator infrastruktur yang terintegrasi belum memenuhi target seperti persentase rumah tinggal bersanitasi, rasio tempat pembuangan sampah (TPS) per 1.000 penduduk, permukiman layak huni, rumah tangga pengguna air bersih dan persentase rumah tangga (RT) yang menggunakan air bersih.
-          Beberapa indikator pencapaian indikator infrastruktur yang terintegrasi tidak tersedia untuk tahun 2013 dan 2014 sehingga tidak dapat dianalisis tingkat pencapaiannya.
Misi:
Mewujudkan peningkatan nilai tambah produksi masyarakat dan optimalisasi pemanfaatan SDA.
Prioritas Sembilan: Sumber Daya Alam Berkelanjutan
Fakta:
-          Kerusakan kawasan hutan tinggi.
-          Belum tersedianya data dan kurang tepatnya penempatan sasaran-sasaran pada prioritas.
Prioritas Sepuluh: Kualitas Lingkungan dan Kebencanaan
Fakta:
-          Rendah pencapaian target pengelolaan limbah B3 yang diawasi.
-          Belum tersedianya data pencapaian sasaran-sasaran prioritas.***


  • Sumber : Tabloid Modus Aceh


No comments:

Post a Comment