Abu Doto, Misi dan
Fakta Realisasi RPJMA 2012-2017
Misi:
Memperbaiki tata kelola Pemerintahan Aceh yang amanah
melalui implementasi dan penyelesaian peraturan pelaksana Undang-Undang Nomor
11 Tahun 2006, tentang Pemerintahan Aceh (UUPA) untuk menjaga perdamaian yang
abadi.
Prioritas Satu: Reformasi Birokrasi dan Tata Kelola
Fakta:
-
Indikator
makro ekonomi belum memenuhi target.
-
Tata kelola
pemerintahan belum dilaksanakan secara baik.
-
Turunan
UUPA yang belum seluruhnya tersedia.
-
Laporan Kinerja
Pemerintah (LAKIP) Aceh masih C.
-
Standar
Operasional Prosedur (SOP) untuk semua kegiatan yang berhubungan dengan
pelayanan publik belum tersedia di seluruh SKPA.
-
Sosialisasi
SOP kepada aparatur dan masyarakat belum optimal.
-
Kualitas
pelayanan kepada masyarakat belum optimal.
-
Investasi
untuk skala menengah dan besar belum berkembang.
-
Indikator-indikator
untuk mengukur tingkat keberhasilan pencapaian sasaran-sasaran Reformasi
Birokrasi dan Tata Kelola belum tersedia di dalam Tabel 9.1 RPJM Aceh.
Prioritas Dua: Keberlanjutan Perdamaian
Fakta:
-
Penyediaan
tanah pertanian bagi mantan kombatan, tapol/napol dan masyarakat terimbas
konflik serta bantuan dana diyat belum terealisasi secara baik.
-
Beberapa
indikator untuk mengukur tingkat keberhasilan pencapaian sasaran-sasaran
Keberlanjutan Perdamaian belum tersedia di dalam Tabel 9.1 RPJM Aceh.
Misi:
Menerapkan nilai-nilai budaya Aceh dan nilai-nilai
dinul Islam di semua sektor kehidupan masyarakat.
Prioritas Tiga: Dinul Islam, Adat dan Budaya
Fakta:
-
Belum tersedianya
indikator kinerja yang berkaitan dengan dinul Islam.
-
Kontribusi
sektor pariwisata terhadap PDRB belum tersedia.
-
Penyelenggaraan
festival budaya dan pelestarian benda, situs dan kawasan cagar budaya belum
optimal.
Misi:
Memperkuat struktur ekonomi dan kualitas sumber daya
manusia
Prioritas Empat: Ketahanan Pangan dan Nilai Tambah
Pertanian
Fakta:
-
Belum
tersedianya data pencapaian indikator kinerja yang berkaitan dengan aspek
pelayanan umum untuk fokus pelayanan urusan wajib seperti pencapaian.
-
Regulasi
ketahanan pangan, ketersediaan pangan utama, pola konsumsi pangan harapan,
daerah rawan pangan, kelembagaan pangan masyarakat dan jumlah tenaga penyuluh
belum dapat dianalisis tingkat pencapaiannya.
-
Kontribusi
sub sektor peternakan terhadap PDRB pertanian belum memenuhi target.
-
Nilai tukar
petani masih lebih kecil dari 100 persen.
-
Penempatan
indikator kinerja daerah yang mendukung pencapaian sasaran-sasaran mewujudkan
struktur ekonomi yang handal belum tepat.
Prioritas Lima: Penanggulangan Kemiskinan
Fakta:
-
Tingginya
persentase penduduk di bawah garis kemiskinan.
-
Tingginya
persentase tingkat pengangguran terbuka.
-
Tingginya
persentase koperasi tidak aktif.
-
Alokasi
dana ADG/BKPG rutin setiap tahun untuk 6.474 gampong belum memiliki korelasi positif terhadap
penurunan angka kemiskinan dan pengangguran.
-
Belum
tersedianya beberapa data pencapaian indikator kinerja daerah dan penempatan
indikator kinerja daerah (Tabel 9.1 RPJMA) yang mendukung pencapaian
sasaran-sasaran mewujudkan struktur ekonomi yang handal yang didukung oleh
Prioritas 5 belum tepat.
Prioritas Enam: Pendidikan
Fakta:
-
Kualitas
pendidikan Aceh masih rendah untuk semua jenjang pendidikan dasar, pendidikan
menengah, pendidikan dayah, pendidikan kejuruan dan pendidikan tinggi dalam
memenuhi kebutuhan ketenagakerjaan.
-
Rendahnya
kualitas guru untuk semua jenjang pendikan dan distribusi guru yang belum
merata.
-
Fasilitas
laboratorium untuk SMP/MTs dan SMA/MA/SMK belum memenuhi standar pelayanan
minimum terutama sekolah-sekolah yang jauh lokasinya dari pusat pemerintahan
kabupaten/kota.
Prioritas Tujuh: Kesehatan
Fakta:
-
Rendahnya rasio
dokter umum, dokter spesialis dan dokter gigi per satuan penduduk (jumlah dokter/100.000 penduduk).
-
Rendahnya
persentase distribusi dokter umum, dokter spesialis
dan dokter gigi untuk kecamatan-kecamatan/desa-desa.
-
Beberapa
indikator pencapaian indikator kesehatan tidak tersedia untuk tahun 2013 dan
2014 sehingga tidak dapat dianalisis tingkat pencapaiannya.
Misi:
Melaksanakan pembangunan Aceh yang proporsional, terintegrasi
dan berkelanjutan.
Prioritas Delapan: Infrastruktur yang Terintegrasi
Fakta:
-
Tingkat
pencapaian beberapa indikator infrastruktur yang terintegrasi belum memenuhi
target seperti persentase rumah tinggal bersanitasi, rasio tempat pembuangan
sampah (TPS) per 1.000 penduduk, permukiman layak huni, rumah tangga pengguna
air bersih dan persentase rumah tangga (RT) yang menggunakan air bersih.
-
Beberapa
indikator pencapaian indikator infrastruktur yang terintegrasi tidak tersedia
untuk tahun 2013 dan 2014 sehingga tidak dapat dianalisis tingkat pencapaiannya.
Misi:
Mewujudkan peningkatan nilai tambah produksi
masyarakat dan optimalisasi pemanfaatan SDA.
Prioritas Sembilan: Sumber Daya Alam Berkelanjutan
Fakta:
-
Kerusakan
kawasan hutan tinggi.
-
Belum tersedianya
data dan kurang tepatnya penempatan sasaran-sasaran pada prioritas.
Prioritas Sepuluh: Kualitas Lingkungan dan Kebencanaan
Fakta:
-
Rendah
pencapaian target pengelolaan limbah B3 yang diawasi.
-
Belum
tersedianya data pencapaian sasaran-sasaran prioritas.***
- Sumber : Tabloid Modus Aceh

No comments:
Post a Comment