Kerana Jufri Memilih Istirahat, Erwanto Diusung
Setelah
sempat menjadi polemik di internal Dewan Perwakilan Wilayah Partai Aceh dan
Komite Peralihan Aceh (DPW PA/KPA) di Abdya tentang sosok bakal calon bupati yang akan diusung, Muzakir Manaf
akhirnya menjatuhkan pilihannya pada Erwanto. Karena Jufri memilih
Istirahat.
Irwan Saputra
Kedatangan Mualem ke Abdya di akui
Abdurrahman Ubit, adalah permintaannya. Tujuannya, agar kisruh internal partai
yang dipimpinnya di Abdya itu segera berakhir, selain terkait masalah
pelengseran dirinya, juga masalah pencalonan Erwanto sebagai bakal calon Bupati
Abdya untuk periode 2017-2022. Karena, masih belum ada kata sepakat di internal
Partai Bulan Bintang itu. “Mualem (sapaan akrab untuk Muzakir Manaf) memang
kita minta turun ke Abdya,” ujar Abdurrahman, Jumat pekan lalu.
Keiginan itu disanggupi Mualem. Sabtu pekan lalu, Mualem mengunjunjungi
negeri breuh sigupai itu, dalam kunjungannya bersama rombongan tersebut,
pria yang saat ini menjabat wakil gubernur Aceh itu, mengakhiri polemik yang
terjadi terkait tentang tolak-tarik terhadap calon bupati Abdya yang akan
diusung oleh Partai Aceh. Nama Erwanto yang selama ini telah menggema di Abdya
akhirnya disetujui oleh Mulem.
Usai
melakukan orasi politik di halaman Pendopo Wakil Bupati Abdya, Mualem menggelar
konferensi pers untuk mendeklarasikan Erwanto, yang tak lain adalah Wakil
Bupati Abdya saat ini.
“Partai
Aceh resmi mendeklarasikan saudara Erwanto menjadi balon bupati Abdya dalam pesta
demokrasi 2017 mendatang,” ujar Mualem, dalam jumpa pers yang berlangsung di
lantai dua Pendopo Wabup Abdya.
Mualem
menambahkan, deklarasi pengusungan Erwanto tersebut, dikarenakan Bupati Jufri
Hasanuddin tidak lagi mencalonkan diri untuk menjadi orang nomor satu di Abdya
yang ke dua kalinya. “Bupati Jufri, tidak lagi mencalonkan diri, makanya DPA
Partai Aceh mengusung Erwanto, selain yang telah dideklarasi saat ini, tidak
ada balon bupati lain yang di usung oleh DPW PA Abdya,” tegasnya.
Begitupun,
Mualem menjelaskan, bahwa kisruh yang terjadi di internal PA/KPA di Abdya saat
ini, tak lebih karena disebabkan karena nafsu politik, sehingga mengakibatkan
kisruh internal.
Terkait
dengan musyawarah yang dilakukan oleh ratusan mantan kombatan Gerakan Aceh
Merdeka (GAM) di Kecamatan Kuala Batee, beberapa hari lalu, Mualem menegaskan menolak
hasil musyawarah untuk melengserkan ketua PA/KPA wilayah 013 Blangpidie
tersebut.
“Saya
tidak tahu jika dilaksanakan musyarawah, setelah dihubungi oleh salah seorang
anggota KPA Abdya baru saya tahu. Dan musyawarah itu illegal, sebab tanpa
sepengetahuan komando pusat,” tegas Mualem.
Sebelum melakukan konperensi pers
terhadap pendeklarasian untuk Erwanto, dan menolak musyawarah yang dilakukan di
Kecamatan Kuala Batee, hari itu Mualem dalam orasi politiknya, mengatakan
bahwa, jika Pantai Barat Selatan akan dibangun pelabuhan batu bara, jika
dirinya terpilih menjadi Gubernur Aceh untuk periode 2017-2022, “Kami telah berbincang tadi, Jika saya terpilih menjadi
Gubernur Aceh nanti dan Erwanto sebagai Bupati Abdya maka kami akan membangun
pelabuhan dan batubara. Ini masih cet langet, jika terpilih nanti kami akan
bangum dua hal itu,” katanya.
Menurutnya, salah satu pertimbangan dirinya memilih Erwanto
adalah, karena sudah berpengalaman dengan pemikiran orang Belanda, itulah
sebabnya ia memilih wakil bupati Abdya tersebut.
“Dimana-mana orang berkulit putih itu bisa membangun
pelabuhan. Karena itulah kami maju mencalonkan diri sebagai orang nomor satu di
Aceh dan di Abdya ini ingin memajukan daerah. Mari sama-sama kita memikirkan
bagai mana membangun Abdya dan mengurangi pengangguran,” ungkapnya.
Meski, kedatangan Mualem disambut hujan lebat,
kepada ratusan warga yang hadir dalam pertemuan tersebut, Mualem berharap agar
mendukung sepenuhnya atas pencalonan dirnya dan Erwanto sebagai calon Gubernur
Aceh dan Erwanto sebagai Calon Bupati Abdya. Dalam pertemuan tersebut, tampak
hadir beberapa petinggi PA/KPA di Abdya, seperti ketua PA/KPA, ketua Dewan
Perwakilan Rakyar Kebupaten (DPRK) Abdya, dan beberapa tokoh lainnya, sementara
Jufri Hasanuddin, tidak terlihat lantaran masih melakukan kunjungan kerja di
Inggris.
Selain itu, seusai melakukan komperensi pers, Mualem
melakukan pertemuan tertutup dengan, Rakan Mualem Wilayah Aceh Barat Daya
(Abdya) menggelar pertemuan tertutup dengan Muzakir Manaf atau Mualem di
pendopo wabup setempat. Dalam pertemuan itu Mualem membahas tentang arah kerja
Rakan Mualem dan strategi-strategi pemenangan yang akan dilakukan nanti. “Ada
beberapa hal yang kami bahas bersama Mualem tadi, salah satunya Mualem
menginstruksikan agar Rakan Mualem tetap fokus seperti komitmen awal yaitu
bergerak tidak hanya dibidang politik saja, akan tetapi juga dibidang sosial,”kata
Fauzi selaku Ketua Rekan Mualem wilayah Abdya dalam siaran persnya.
Dalam
kesempatan tersebut tulisnya, Mualem juga menegaskan bahwa Partai Aceh sudah
Final mengusung Erwanto sebagai Calon Bupati dan memerintahkan Rakan Mualem
agar bekerja satu paket yaitu memenangkan Mualem untuk Aceh dan Erwanto untuk
Abdya. “Jika Mualem terpilih
sebagai orang nomor satu di Aceh, maka Rakan Mualem akan terus membantu
pemerintah dibidang kemanusiaan dan kepemudaan,” tulisnya. Dalam siaran persnya
dituliskan, sekjen Rakan Mualem Abdya Syahril juga meminta Mualem menyampaikan
kepada KPA/PA Abdya bahwa Rakan Mualem bekerja untuk Partai Aceh bukan untuk
pribadi calon.***

No comments:
Post a Comment