![]() |
| Konferensi Pers MUNA |
Berbagai upaya telah dilakukan anggota KPA/PA Abdya untuk mengkudeta Panglima Do. Tapi, sang ketua tetap digdaya di atas tahta. Misi menjungkal Erwanto dari calon Partai Aceh?
Irwan Saputra
Konferensi pers itu berlangsung di aula kantor Dewan
Perwakilan Wilayah (DPW) Partai Aceh (PA), Rabu 20 Juli
lalu. Hari itu, hadir Ketua dan Sekretaris Musyawarah Ulama Nanggroe Aceh (MUNA) Kabupaten Aceh
Barat Daya (Abdya), Tgk Zahari dan Ridwan serta para Pengurus MUNA lainnya, termasuk mantan Ketua DPW PA Abdya, Tgk M. Nazir, maupun sejumlah anggota sagoe (wilayah) KPA Wilayah
Blangpidie.
Temu
pers itu bertujuan untuk menyuarakan penolakan atas penetapan Erwanto sebagai bakal
calon Bupati Abdya dari PA.
Saat itu, MUNA meminta agar Mualem
(sapaan akrab untuk
Muzakir Manaf), Ketua Dewan Pimpinan Aceh Partai Aceh (DPA-PA)
merivisi kembali penetapan Erwanto.
![]() |
| Abdurrahman Ubit (Panglima Do) |
Alasannya, hingga saat ini, penetapan pencalonan Bupati dan Wakil Bupati
Abdya dari PA belum ada. Jikapun ada, tersiar
nama Erwanto dan itu dinilai Tgk Zahari
tidak melalui proses musyawarah. Sebab, ada persoalan internal di partai itu yang hingga
saat ini belum selesai.
“Selaku Ketua MUNA
Abdya, saya tegaskan, penetapan pencalonan bupati dan wakil bupati
dari PA belum ada,” kata Tgk Zahari, lantang. Selain itu, menghadapi persoalan internal partai
dan penentuan bakal calon kepala daerah, MUNA berpegang pada arahan Ketua Tuha
Peut DPA-PA, Malik Mahmud Al-Haytar. Dalam
suratnya, 17 Juli 2016 lalu, Wali
Nanggroe ini meminta agar pengurus KPA dan PA Abdya duduk dan bermusyawarah untuk menyelesaikan persoalan internal.
Tidak hanya itu, Malik
Mahmud juga mengeluarkan surat Nomor 049/DPA-PA/VII2016. Dia minta Panglima Do,
sapaan akrab untuk Abdurrahman Ubit selaku Ketua KPA/PA Abdya, meletakkan jabatan dan
mengembalikan kepada M. Nazir sebagai Ketua KPA/PA. Ini dimaksud agar
melaksanakan musyawarah dengan seluruh pendukung, ulama dan cerdik pandai dalam upaya
menentukan calon Bupati dan Wakil Bupati Abdya.
Ketua MUNA Abdya itu
juga meminta agar Mualem tidak melanggar keputusan Ketua Tuha Peut Partai Aceh tentang pengaktifan kembali Tgk M
Nazir sebagai Ketua PA Abdya. “Kami meminta
Mualem jangan membelakangi peunutöh (arahan) yang sudah diambil Tuha Peut. Kami tetap merujuk
keputusan Tuha Peut untuk melakukan musyawarah, karena masih ada peluang untuk
musyawarah,” kata Zahari.
Sebenarnya, upaya penolakan
terhadap kebijakan Panglima Do telah jauh
hari dilakukan KPA/PA setempat.
Bahkan, mayoritas sagoe di Abdya tidak sepakat dengan penunjukan Erwanto sebagai bakal calon
bupati dari PA.
Ihwal kisruh ini
bermula saat Panglima Do
mendeklarasikan Erwanto secara sepihak beberapa bulan lalu. Alhasil, muncul
bantahan dan penolakan yang belum mampu diredam hingga saat ini. Apalagi, Panglima Do
dinilai pasang badan atas pencalonan Erwanto.
Sementara itu, KPA/PA Abdya terus mendesak untuk menggantikan Panglima Do selaku Ketua KPA/PA Abdya. “Itu cara satu-satunya. Kalau Panglima Do diganti, berarti Mualem berpihak pada yang ramai,” kata sumber media ini yang tidak mau dituliskan
namanya, Rabu dua pekan lalu.
Upaya untuk mendesak agar dilakukan
musyawarah juga terjadi pada
penghujung
Juni 2016 lalu. Malam itu, seratusan
anggota KPA/PA setempat mendatangi rumah Panglima Do di Desa Pante
Pirak, Kecamatan Manggeng, Abdya. Tujuannya, mendesak sang ketua untuk segera
menggelar musyawarah partai karena pemilihan kepala daerah sudah dekat.
Sayang, upaya seratusan mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) ini
tak
membuahkan hasil. Kabarnya, Panglima Do tidak berada di rumah. Hasilnya, desakan untuk
dilakukan musyawarah pemilihan Ketua KPA/PA Abdya kembali gagal.
Mantan Ketua KPA Abdya, Amnasir, kepada
sejumlah wartawan malam itu mengatakan, sebelumnya, ia bersama rombongan telah mendatangi rumah sang ketua. Dirinya dan rombongan
malah sudah memberitahukan tujuan kedatangan
mereka. Namun, setiba di kediaman Abdurrahman Ubit, Amnasir dan kawan-kawan tidak
dapat menemui Ketua KPA. Alasannya, yang bersangkutan sengaja
menghindar dari mereka.
"Kedatangan kami ke rumah Abdurahman Ubit, selain untuk memanfaatkan
momentum bulan suci Ramadhan, juga
bersilaturahmi sekaligus mengajak beliau untuk menggelar musyarawarah partai
karena pelaksanaan pilkada sudah sangat dekat. Tapi, beliau
tidak mau menemui kami," kata Amnasir.
Begitupun,
beberapa
upaya lain juga telah dilakukan. Tapi, Panglima Do tetap saja tak menggubris ajakan untuk bertemu dan mengiyakan
untuk melakukan musyawarah partai.
Malam itu, Amnasir mengajak rombongan dari 12 sagoe yang
mewakili daerah pimpinan sagoe, termasuk tiga mantan
Panglima Wilayah Blangpidie seperti Tengku Hamdani, Tengku
Burhan, Tengku Amnasir serta para tetua KPA lainnya.
"Kedatangan kami hanya untuk mendesak Ketua PA segera melakukan
musyawarah partai, mengingat dan mempertimbangkan tahapan pilkada sudah dekat
dan persoalan dinamika politik semakin memuncak," tambah
Amnasir.
Ketua KPA/PA Abdya, Abdurrahman, pada media ini, Rabu dua pekan lalu mengatakan, sebagai Ketua DPW PA Abdya, penetapan Erwanto
sebagai calon bupati dari PA telah disetujui Dewan Pimpinan Aceh (DPA) PA Aceh,
Muzakir Manaf. “Tentu saja, siapa pun yang telah ditetapkan Mualem, akan kami dukung dan
menerimanya,” kata Abdurrahman.
Menurut Panglima Do, pengusungan
Erwanto tersebut bukan saja dari PA Abdya, tapi juga disetujui Wakil Sekretaris Jendral (Wasekjen) DPP PA, Jufri
Hasanuddin. “Siapa saja yang menghadap beliau (Jufri) selaku unsur pimpinan PA,
tetap diisukan bahwa Erwanto adalah calon Bupati Abdya dari PA untuk periode mendatang,”
jelasnya.
Itu sebabnya, selaku
pimpinan PA Abdya, dalam mengambil keputusan, dia selalu berkomunikasi dengan
banyak pihak, termasuk Bupati Jufri Hasanudin dan Pimpinan Pusat Partai Aceh. Ini dimaksud
agar tidak terjadi bentrok dalam pengajuan nama
Erwanto sebagai calon bupati dari PA.
Nah, keputusan yang telah diambil, sebutnya, merupakan kebijakan dari pimpinan DPA PA dan Bupati Jufri Hasanuddin selaku Wasekjen PA Pusat, bukan keputusan DPW PA Abdya. Karena itu,
tak mungkin pihaknya mencabut keputusan yang telah dibuat DPA PA.
Mengenai status sebelumnya, dia menjelaskan memang benar sebagai pelaksana tugas (Plt). Tapi, saat ini, dirinya sudah definitif. “Jadi, saya sudah definitif bukan lagi Plt,” ujar
Panglima Do.
Terkait penolakan
MUNA maupun Tuha Peut PA terhadap pencalonan Erwanto, Panglima Do mengaku tak
pernah mendapat pengakuan itu. “Apalagi MUNA
tidak masuk dalam AD/ART (Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga) PA. MUNA hanya tim pemenangan dari kalangan ulama,” jelasnya.
Dia mengatakan, apa yang ia sampaikan adalah keputusan yang
sebenarnya dari DPA PA dan atas keinginan
Jufri Hasanuddin selaku Wasekjen PA Pusat beberapa bulan yang lalu di Pendopo Bupati Abdya, Jalan Iskandar
Muda, Geulumpang Payong, Kecamatan Blangpidie,
Abdya. “Ketika itu, ada saya
sebagai Majelis Tuha Peut,
Tgk Kamaluddin (Tgk Yong) selaku Penerangan PA/KPA Abdya dan Bupati Jufri
Hasanuddin selaku Wasekjen PA pusat. Pertemuan itu sehari
setelah peresmian pendopo bupati,”
ungkapnya.***
Sumber : Tabloid
Modus Aceh Edisi 15


Play Blackjack Online for Free - JTM Hub
ReplyDeletePlay 충청북도 출장마사지 Blackjack 춘천 출장안마 Online for 순천 출장안마 Free on 경상남도 출장안마 JTM Hub ✓ Get instant access 경주 출장마사지 to thousands of other Blackjack games and table games, including Blackjack.