![]() |
| Abdullah |
Abdullah bukanlah
putra seorang saudagar kaya yang bergelimangan harta. Sebaliknya, ia hanya
sosok anak muda asal Peureulak, Kabupaten Aceh Timur yang mencari peruntungan
hidup dengan menjadi bandar narkoba jenis sabu-sabu.
Alhasil, bisnis
ini berhasil mengangkat harkat dan martabat hidupnya setelah beberapa bandar
narkoba asal Aceh di Jakarta dan Malaysia memilih untuk berhenti alias pensiun
dari bisnis barang haram tersebut, dan beralih pada usaha properti maupun perkebunan
sawit.
Sementara
Abdullah, reputasinya terus meningkat setelah dia berhasil meloloskan puluhan
kilogram sabu-sabu dari Malaysia ke Aceh. Dan, hasilnya, dia bergelimang harta.
Itu sebabnya, jangan heran jika bisnis haram Abdullah berkembang
begitu pesat. Dia bahkan berhasil menjaring anak buah, kurir serta pengedar
begitu cepat, mulai dari Aceh hingga Jakarta,
Batam dan Surabaya. Hingga, tentu
saja kekayaannya pun berlipat ganda.
Tapi sayang, sepandai-pandai tupai melompat, sesekali
pasti akan jatuh juga. Operasi
Abdullah berhasil diendus tim Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat Jakarta. Kini, ia
divonis mati oleh Pengadilan Negeri dan Pengadilan Tinggi Banda Aceh. Tak hanya
itu, ia juga divonis lima tahun penjara terhadap tindak pidana pencucian uang,
sehingga hasil kekayaan yang didapatkan dari bisnis haram itu pun disita untuk negara.
Berikut rincian data aset Abdullah yang disita. Diperoleh media ini dari ???.
Aset yang
Disita
untuk
Negara
-
Satu
petak kebun karet
-
Satu lembar fotokopi surat
izin
mendirikan bangunan (IMB) nomor 503.648-683/k/2008
-
Satu
buah kartu ATM Paspor BCA nomor kartu 6019004514592276
-
Satu
buah Giro BRI nomor kartu 5221849000159246
-
Satu
buah kartu Debit BNI nomor kartu 5198930900003467
-
Satu
buah kartu Debit BNI nomor kartu 5198930900000497
-
Satu
buah kartu Debit
BNI
nomor kartu 51989309000003442
-
Satu
buah kartu Debit
BNI
nomor kartu 519893090000011957
-
Satu kartu debit Mandiri
nomor kartu 4617008102345634
-
Satu
buah kartu
Bisnis
Mandiri nomor kartu 4837698000244029
-
Satu
buah kartu ATM Paspor BCA nomor kartu 6019004510394958
-
Buku
tabungan Bisnis Mandiri atas nama PT Pantee Jaya nomor rekening 158-00-0125108-1
-
Satu
buku tabungan Mandiri atas nama Abdullah nomor rekening 158-00-0200014-9
-
Satu
buah buku tabungan BNI Taplus Bisnis atas nama Abdullah nomor rekening 0204531178
-
Satu buku
Tahapan BCA atas nama Abdullah nomor rekening 2960460505
-
Satu
buku Tahapan BCA atas nama Abdullah nomor rekening 2960455552
-
Satu
buah BPKB Honda
CRV tahun 2013 warna putih nomor polisi BL 9 DL
-
Satu unit jam
tangan merk TAG warna hitam
-
Satu unit jam tangan merk TISSOT
warna hitam
-
Satu
buah STNK Honda CRV tahun 2013 warna putih BL 9 DL
-
Sertifikat
nomor
315
-
Sertifikat
nomor
03
-
Sertifikat
nomor
30
-
Sertifikat
nomor
66
-
Satu
unit Honda CRV tahun 2013 warna putih nomor polisi BL 9 DL
-
Uang
tunai senilai Rp 828.507.871
Aset yang
Dikembalikan
-
Sertifikat
hak milik nomor
228
-
Sertifikat
hak milik nomor
648
-
Sertifikat
hak milik nomor
649
-
Sertifikat
hak milik nomor
14
-
Sertifikat
hak milik nomor
100
-
Sertifikat
hak milik nomor
28
-
Sertifikat
hak milik nomor
595
-
Satu
unit Toyota Alphard
tahun 2012 warna putih nomor polisi BK
89 DL
-
Satu
unit BMW Tipe
328 tahun 2015 warna hijau keabu-abuan nomor polisi BK
86 ML
-
Satu
unit Nissan X-Trail
tahun 2013 warna silver nomor polisi BK
1586 OG
Sumber
: Tabloid Modus Aceh Edisi 14

No comments:
Post a Comment