Thursday, August 4, 2016

Abdullah dan Sejumlah Aset

Abdullah
Abdullah bukanlah putra seorang saudagar kaya yang bergelimangan harta. Sebaliknya, ia hanya sosok anak muda asal Peureulak, Kabupaten Aceh Timur yang mencari peruntungan hidup dengan menjadi bandar narkoba jenis sabu-sabu.
Alhasil, bisnis ini berhasil mengangkat harkat dan martabat hidupnya setelah beberapa bandar narkoba asal Aceh di Jakarta dan Malaysia memilih untuk berhenti alias pensiun dari bisnis barang haram tersebut, dan beralih pada usaha properti maupun perkebunan sawit.
Sementara Abdullah, reputasinya terus meningkat setelah dia berhasil meloloskan puluhan kilogram sabu-sabu dari Malaysia ke Aceh. Dan, hasilnya, dia bergelimang harta.
Itu sebabnya, jangan heran jika bisnis haram Abdullah berkembang begitu pesat. Dia bahkan berhasil menjaring anak buah, kurir serta pengedar begitu cepat, mulai dari Aceh hingga Jakarta, Batam dan Surabaya. Hingga, tentu saja kekayaannya pun berlipat ganda.
Tapi sayang, sepandai-pandai tupai melompat, sesekali pasti akan jatuh juga. Operasi Abdullah berhasil diendus tim Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat Jakarta. Kini, ia divonis mati oleh Pengadilan Negeri dan Pengadilan Tinggi Banda Aceh. Tak hanya itu, ia juga divonis lima tahun penjara terhadap tindak pidana pencucian uang, sehingga hasil kekayaan yang didapatkan dari bisnis haram itu pun disita untuk negara. Berikut rincian data aset Abdullah yang disita. Diperoleh media ini dari ???.

Aset yang Disita untuk Negara
-          Satu petak kebun karet
-          Satu lembar fotokopi surat izin mendirikan bangunan (IMB) nomor 503.648-683/k/2008
-          Satu buah kartu ATM Paspor BCA nomor kartu 6019004514592276
-          Satu buah Giro BRI nomor kartu 5221849000159246
-          Satu buah kartu Debit BNI nomor kartu 5198930900003467
-          Satu buah kartu Debit BNI nomor kartu 5198930900000497
-          Satu buah kartu Debit BNI nomor kartu 51989309000003442
-          Satu buah kartu Debit BNI nomor kartu  519893090000011957
-          Satu kartu debit Mandiri nomor kartu 4617008102345634
-          Satu buah kartu Bisnis Mandiri nomor kartu 4837698000244029
-          Satu buah kartu ATM Paspor BCA nomor kartu 6019004510394958
-          Buku tabungan Bisnis Mandiri atas nama PT Pantee Jaya nomor rekening 158-00-0125108-1
-          Satu buku tabungan Mandiri atas nama Abdullah nomor rekening 158-00-0200014-9
-          Satu buah buku tabungan BNI Taplus Bisnis atas nama Abdullah nomor rekening 0204531178
-          Satu buku Tahapan BCA atas nama Abdullah nomor rekening 2960460505
-          Satu buku Tahapan BCA atas nama Abdullah nomor rekening 2960455552
-          Satu buah BPKB Honda CRV tahun 2013 warna putih nomor polisi BL 9 DL
-          Satu unit jam tangan merk TAG warna hitam
-          Satu unit jam tangan merk TISSOT warna hitam
-          Satu buah STNK Honda CRV tahun 2013 warna putih BL 9 DL
-          Sertifikat nomor 315
-          Sertifikat nomor 03
-          Sertifikat nomor 30
-          Sertifikat nomor 66
-          Satu unit Honda CRV tahun 2013 warna putih nomor polisi BL 9 DL
-          Uang tunai senilai Rp 828.507.871

Aset yang Dikembalikan
-          Sertifikat hak milik nomor 228
-          Sertifikat hak milik nomor 648
-          Sertifikat hak milik nomor 649
-          Sertifikat hak milik nomor 14
-          Sertifikat hak milik nomor 100
-          Sertifikat hak milik nomor 28
-          Sertifikat hak milik nomor 595
-          Satu unit Toyota Alphard tahun 2012 warna putih nomor polisi BK 89 DL
-          Satu unit BMW Tipe 328 tahun 2015 warna hijau keabu-abuan nomor polisi BK 86 ML
-          Satu unit Nissan X-Trail tahun 2013 warna silver nomor polisi BK 1586 OG
Sumber : Tabloid Modus Aceh Edisi 14


No comments:

Post a Comment